30 Hari Mencari Cinta

Merindukan Mu agar selamanya disisi ku, membuatku mengerti

Menanti Mu adalah suatu kegembiran, meski Engkau datang sesekali

Terkadang, Mata ini iri kepada hati,

Karena dimata ini Engkau tak nampak, namun dihatilah Engkau berada. Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a comment »

Sahabat dan Cinta Bag 1 (Sebuah Cerpen)

Hujan disore ini tak seperti biasanya, terasa Begitu dingin bahkan sampai ke relung hati. Laju motor ini pun serasa tak sperti biasanya. Kenapa bisa begitu lambatnya, padahal baru kemarin aku service dan ganti oli.

“Apakah bengkelnya kemarin cuma asal betulin aja ? Astaghfirullah…” Gumam ku dalam hati.

Gerimis pun semakin rapat. Serasa menusuk dalam kulit, padahal aku memakai jaket tebal ini. Dinginnya tak seberapa dengan dinginnya hati. Begitu halnya dengan sikapnya pada ku seminggu ini. Bagaimana seseorang bisa bertahan coba. Bila seseorang tersebut tiap hari diacuhkan, bahkan salam dan senyum pun tak muncul dalam gurat wajahnya, meski diri ini sudah memulainya dulu.

“Sabar Ara… Kamu kan udah minta maaf…” Kataku pada diri ini. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Menggenggam Buih

Sudah dari dahulu bahwa setiap permulaan pasti ada akhir, Meski terkadang sebagian orang tidak ingin menghendaki akhir jika permulaan dan perjalanannya sangat menyenangkan. Namun ada pula yang tak menghendaki permulaan karena dari awal sudah tidak menghendakinya. Setiap orang berkesempatan untuk memperolehnya. Namun apa yang terjadi bila awal dan akhirnya itu berbeda. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Hujan Datang saat Gersang (Sebuah Cerpen)

Entah sejak kapan rasa miris ini hinggap di hatiku. Seperti angin malam yang tiba-tiba masuk melalui angin-angin kamar. Tak terdengar dan tak terduga sudah dingin kaki ini. Gelisah mulai menyeruak ditengah hiruk pikuknya pilihan akan masa depan. Hari ini kembali lagi. Kuhitung sudah tujuh. Ya benar… 7 kali ikhtiar ku tidak berbuah manis. Dari 3 tahun lalu sudah memulai untuk membuka hati. Mencoba untuk mulai memilih hati mana yang sudah Sang Maha Cinta persiapkan untuk ku. Hati mana yang yang sudah dicatat dalam lauhul mahfudz -Nya. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Dimana Engkau Berada (Sebuah Cerpen)

Aku keluar dari kebiasaanku. Yang sebelumnya aku sudah terlarut dalam buaian selimut dan dekapan mimpi. Berjalan di iringi dengan desing mesin dan roda, berharap angin dan debu di luar sana bisa menghapus lara ku. Entahlah kenapa ramai kulihat kota ku ini. Padahal aku tidak sebentar disini. Sejak umur 2 tahun sudah berdiam disini. Namun malam ini terasa asing bagiku untuk menyusuri jalan yang lama ku kenal. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Doa yang Tertunda

Alhamdulillah ala kulli hal… alhamdulillah ku ucapkan kepada Mu Ya Allah, semoga sekarang aku benar-benar sadar bahwa semua doa itu di kabulkan. Dan itu benar, aku berani bersumpah. Bahwa Allah mengabulkan segala macam permintaan, meski yang meminta itu adalah orang atau mahkluk yang paling durhaka kepada Nya. Iblis saja yang durhakanya tidak perlu ditanyakan lagi, Ia meminta kepada Allah ingin dipanjangkan umurnya sampai hari akhir dan meminta izin kepada Allah untuk menggoda manusia untuk menjadikan temannya di neraka kelak, dikabulkan. Bagaimana dengan kita? Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Siapakah yang Paling Engkau Cinta? (Sebuah Cerpen)

Kembali, aku menyusuri jalan ini. Dimana perasaan akan ketikdakpastian terus mengiringi. Tatapan mata Mas Ari dan Kak Ria seperti tatapan penuh harap. Seakan mata itu berkata “Hayolah Kevin, buka hati mu kali ini”. Hmm… aku helai nafas berjalan sambil masuk kedalam kafe Starbuck di Jalan PK Bangsa. Meskipun ini bukan yang pertama kalinya, namun kali ini terasa berbeda. Seakan angin sore ini juga bertanya pada ku. “Apakah yang kali ini benar-banar sesuai pilihan mu ?”. Aku melihat keatas, merah mega langit seakan tersipu malu pada ku. Entah kenapa setiap kali kesini, aku jadi malu pada keteranganku sendiri.

Krek…pintu kafe terbuka. Salam sapa pelayannya begitu mesra, seakan tak jemu padaku, mengetahui bahwa hampir 3 kali pada bulan ini aku kemari.

“Mau minum apa kali ini” tanya Mas Ari padaku. Read the rest of this entry »

Comments (3) »