Amal = Azas Black ???

Lucu mungkin membaca judul diatas,. Bukan karena paham tentang Fisika namun hanya sekedar anekdot pembanding aja. Azas Black merupakan hukum dimana pertukaran energi, khusunya energi Panas (Baca : Kalor) bukan Kolor.. (^_^), apabila energi yang lepas sama dengan kalor yang diterima. klo tidak salah fungsinya begini Q1 = Q2.

Namun yang disingkap disini bukannya teori atau rumus tersebut, namun apakah sama hubungan timbal balik itu kalo di ibaratkan Kalor itu adalah perbuatan atau amal yang kita berikan. Mengapa koq Amal…??? apa yang kita lakukan di kehidupan ini tidak jauh2 dari amal. Karena amal adalah wujud iman kita. Sebenrnya alasanya membahas ini adalh curhat pribadi saya. atau mungkin perasaan ini pernah atau bahkan sering dirasakan orang. Boleh dikatakan alay atau lebay terserah yang penting ini bisa membuat saya koreksi diri.

klo bicara tentang amal. mungkin yang terbayang adalah kita memberi kepada orang yang membutuhkan, atau mengeluarkan zakat. Ibadah secara vertikal kita dengan Tuhan. Namun Amal itu sendiri adalah perbuatan. intinya kita memberi itu saja. entah memberi materi, pikiran, ide atau bahkan memberikan hidup kita.. Klo memberi artinya harus ikhlas bener nggak…??? Namun klo azas black ???? (Tengok atas).

terkadang memang apa yang kita beri tidak sama dengan apa yang kita terima. dari segi ini saja sudah berbeda dengan azas black. karena klo rumus fisika yang diambil ukuran adalah nilainya. sedangkan amal kita apakah tidak bernilai ??? tentu saja bernilai. namun apa dsar penilainya ??? inilah yang membedakannya. Amal kita klo kita nilai dari sudut pandang kita sendiri (sebagai manusia tentunya) sering atau bahkan tidak sama dengan nilai apa yang kita terima. Toh itu juga kitakan manusia juga ndak mau rugi. klo kita ingin samakan antara pemberian dan penerimaan kita harus merubah sistem penilaian kita.

dimana sebenarnya klo kita percaya Tuhan itu Maha Adil. maka apa yang kita berikan pasti sama dengan apa yang kita terima. bahkan bisa lebih malahan…. itulah tolak ukur penilainnya kita. Kita tidak bisa menilai sendiri amal kita. Tuhan lah yang berhak menilai dang mengembalikan nilainya. sama halnya apakah kita boleh mengoreksi sendiri hasil ujian kita atau gurulah (orang yang meberi ujian itu) yang mengoreksinya ???

intinya intergritas terhadap keyakinan kita. Tuhan itu Maha Adil. intergritaskan dalam perbuatan dan sudut pandang kita. sehingga Padangan kita terhadap hasil yang didapatkan sama dengan Tuhan, yaitu Adil. karena itu dimensi rasa bersyukur adalh dimana kita bisa merasakan bahwa seala macam pemberian Tuhan Itu dalah pas buat kita, Adil dan sesuai

kepuasan akan hasil itu sebenarya bukan terletak pada hasil itu sendiri, namun lebih pada sudut padang kita terhadap hasil itu. meskin klo dinalar kita rugi, namun urusan hidup itu bukan jual-beli, dimana kita memberi sedikit dan ingin untung yang banyak. Klo kurang bagaimana ??? itulah yang sebenarnya kita kejar… kita sering mengejar kekurangan kita… kalo kurang lebihkanlah dengan lebih melapangkan hati mu… klo kita telusur lebih dalam, kekurangan, kekosongan kita adalah berkurangnya integritas terhadap keyakinan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: