Hikmah Ikhlas dan Keegoisan

IkhlasAlhamdulillah aku ucapkan, entah ini karena terpengaruh motivasi sesaat atau memang karena ikhlas, aku hari ini seolah2 (baca:seolah-olah) merasakan nikmatnya bersedekah, meski apa yang ku sedehkankan penting buat kita, kira2 seperti ini story-nya, pada hari esok aku memiliki tanggungan biaya yang harus aku bayar, katakanlah uang SPP dengan jumlah 1.100 (dalam ribuan), kuputuskan hari ini aku pergi tuk ambil uang tabungan,

namun pada sorenya seseorang datang dengan berharap banyak tentunya, ingin meminjam uang sekitar 50 rb, kasihan dan bingung itulah kegalauan orang yang ingin berbuat baik. Kasihan terhadap cerita orang tersebut yang mengatakan bahwa anaknya sakit, sedangkan bingung karena uang yang dipunya hanya itu saja, toh klo kurang 100 perak pun ndak bisa memenuhi tangungan besok.

Sejenak ku berpikir bahwa, akukan Cuma ingin membayar SPP mungkin bisa diangsur atau nunggak dulu, namun bagaimana dengan kesehatan anak tersebut, apakah penyakit bisa diangsur, apakah kesehatan bisa ditunggak layaknya bayar utang ??? . kuputuskan untuk meminjamkan uang tersebut kepadanya, toh nanti saya kan juga bisa nempil (baca:pinjam) sama temen,

Itu lah ujian untuk memilih antara kebaikan dan keegoisan untuk memenuhi kebutuhan, selfish merupakan sifat  manusia, namun kebaikan adalah dasar manusia, tinggal kita ingin kembali kedasar atau tidak.

Aku juga belum tahu pastinya rasa ikhlas itu seperti apa, apakah yang seperti kurasakan ini atau ini hanya dalam bentuk riya’ kepada mu Tuhan… namun Engkau mengetahui segalanya, apa yang ada dalam hatiku ini.

Namun rasa tidak ikhlas aku juga tidak tahu seperti apa definisnya, karena aku tahu bahwa uang yang aku pinjamkan belum pasti kembalinya kapan, atau malah orang pinjam tadi Cuma berkata melas agar bisa luluh hati saya untuk memberikan pinjaman, padahal orang lain tidak ada yang ingin membantu. Apakah saya termasuk orang bodoh atau memang terlalu lugu untuk membedakan mana yang tangis penuh harapan dan tangis penuh kepalsuan. Itulah manusia, dalam kebaikan pasti diiringi dengan keburukan.

Sekali lagi kutekan kan, ini bukan memuja kebaikan atau malah mengumbar kebaikan diri agar dikatakan orang baik oleh semua orang, namun apakah kita ini, bila kemudahan yang kita berikan itu menyulitkan??? Entah apa dan bagaimana aku juga tidak tahu, bahwa Engkau yang selalu memudahkan apa yang sulit, dan meringankan apa yang berat, berkata “sesudah kesulitan pasti ada kemudahan”, itu juga berlaku sebaliknya.

Maka dari itu aku berdo’a pada Mu, Wahai yang mengetahui hati ini. Kalau Engkau ridho dengan apa yang aku lakukan, maka ikhlaskan aku, kalau Engkau tidak ridho, jauhkan aku dari godaan syaitan yang terkutuk..

Aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: