Indikator Kepuasan Hati

Kepuasan == Materi ????

Alhamdulillah… hari-hari ini mulai lagi kusibukan diriku dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.  Apapun itu walaupun tidak menghasilkan materi (baca:uang) akan kulakukan, meski sekedar agar aku tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya. Tidak semua kegiatan bermanfaat itu harus menghasilkan uang. Namun yang paling penting adalah timbulnya perasaan aman nyaman dan tentram dalam hati ini. Karena kententraman hati adalah tujuan tiap manusia.

Namun kalau kita melihat sekitar banyak orang (bahkan mayoritas) orang beranggapan bahwa sumber ketentraman hati adalah materi. Mungkin benar karena materi dan uang adalah symbol kesejahteraan kehidupan seseorang. Namun apakah kita mau hidup hanya sebagai symbol kebahagiaan atau pelaku kebahagian itu sendiri…???

Hah… namun beberapa hal yang membuatku bingung adalah tujuan atau tolak ukur manusia selama ini. Makna materi itu memang dalam. Selain sebagai cita-cita ada juga yang menjadi kiblat hidup. Mungkin ini yang dinamakan dunia fana. Apa yang kita kejar sebenarnya tidak ada (maksudnya…????). kepuasan akan materi tidak aka nada habisnya. Kepingin motor, ketika sudah ada kepingin mobil. Kepingin tempat bernaung, ketika sudah ada pengin beli vila. Kepingin kaya akhirnya ambil jalan pintas, memakan hak orang lain. Memang benar-benar fana. Dalam hal ini karena kita sebenarnya berpacu terhadap ego akan kepemilikan materi. Atau kita berpacu terhadap nafsu memiliki. Ya benar nafsu akan kepuasan kepemilikan materi.

Tidak ada kepuasan dalam diri manusia. Karena kepuasan akan datang saat kita mau menerima apa yang kita punya. Namun saat kita masih mempunyai keinginan lebih, belum puas namanya. Sebenarnya bukan kepemilikan yang kita butuhkan bila kita ingin puas akan materi. Namun pemanfaatan materi itu sendiri. Seberapa manfaatnya buat kehidupan kita. Bukan sebagai pemuas nafsu yang fana namun lebih ke manfaat untuk hidup.

Sudah cukup lah penderitaan akan kekurangan yang kita bentuk sendiri. Kekurangan yang kita bentuk dari nafsu kita sendiri. Bila ingin cukup maka, cukupkanlah hati mu, kalau ingin kaya, maka kayakanlah hati mu. Kalau kepengin materi, cukupkanlah kepuasan mu dengan penerimaan.

Karena orang kaya akan materi adalah orang yang mau menerima apa yang diberi dan apa yang bermanfaat buat dia meski sedikit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: