Ikatlah Ilmu dengan Tulisan (Really..??)

Memulai menulis lagi memang berat-berat ringan, berat karena kita malas ringan, ringan karena merupakan suatu media untuk meluapkan lamunan dan obrolan yang kalo diungkapkan dalam forum khususnya dunia nyata malah jadi debat kusir atau malah adu jotos 8)

proses ini memang perlu adanya istiqomah atau konsistensi dalam melakukannya, bukan masalah bahan untuk tulisan namun lebih pada kemauan. Kita sebagai manusia lebih mudah berbicara tanpa berpikir daripada menulis tanpa berpikir (lohh koq..??) karena omongan yang tak tepikirkan tidak di sunting (baca: edit) daripada tulisan. Menulis bukan juga aktivitas pasif karena termasuk kata kerja. Menulis bukan aktivitas menerima namun aktivias memberi, memberikan uneg-uneg atau memberikan segala apa yang kita pikirkan dalam sebuah geroresan.

Ikatlah ilmu dengan tulisan, itu adalah pepatah bahasa arab yang menurut saya memang benar. Terkada kita terjebak dalam mencari informasi atau ilmu itu hanya cenderung kita mengambil atau membaca. Namun aktivitas membaca hanya sebagian kecil pengetahuan yang bisa masuk kedalam otak.  Lhoo koq bisa ?? (iya ini menurut penelitian). Menurut saya ketika kita menulis kita pun otomatis membaca, dan tidak hanya itu dalam menulis kita bisa mengolah informasi yang kita serap dan menuangkannya kedalam bahasa yang sederhana sesuai dengan pemahaman kita ( tu kann???) . banyak sekali manfaat yang diberikan klo kita mau untuk menulis. Yang paling penting dari semua itu adalah berbagai dengan orang lain. Bukan hanya berbagi kegalauan namun juga ilmu pengetahuan.

Namun kemauan (baca: niat) untuk menulis kadang kayak ninja (baca: fluktuatif).. ini lah yang menyerang saya.. bagaimana cara menjaga konsistensi itulah masalahnya. berikut adalah tips untuk menjaga konsistensi dalam menulis.

  1. Tulis apapun itu yang perlu dibagikan dengan orang. Hal ini sangat sering dilakukan, khusunya bagi bagai penggila sosmed. bedakan berbagi ilmu dan kegalauan. klo kita bisa berbagai hal yang baik kenapa berbagi hal yang buruk. Bahan tulisn bisa jadi pengalaman atau kejadian menrik hari ini yang bisa dijadikan hikmah bagi orang lain. (tapi kejadian hari sepele, ndak penting banget). Ndak penting menurutmu belum tentu penting buat orang laen (^_^)
  2. Malas ngetik, No way… (yahh.. jangankan 5 paragraf, 1 kalimat aja miikirnya susah..) coba deh tengok saat kita buat status sosmed.. mikir apa lagi.. spontan kan.. sembelit update, kesandung update, diputusin update (^_^), ketik aja yang kamu inginkan tuangkan dalam tulisan, nanti lek lega… (kayak ke wc aja). curhat dengan tulisan itu lebih baik karena menghindari ghibah, dan kita biasanya dapet solusi sendiri.. trust me its work..
  3. Buat cerita hari mu… (kayak Indom** aja ) menuliskan diary bisa dijadikan ajang muhasabah. untuk bebenah diri.
  4. kasih art style.. Hiasi deh judul, kata2 penting dengan font atau seni sesukamu… tapi jangan lebay… (malah nggambar bukan nulis)
  5. sediakan tempat yang enak. soleh diari, bagoan belakang buku, (Sala jangan tembok) aran saya buat blog aja.. karena lebih mudah diakses dan sara berbagai yang pas.

untuk itu. daripada kita berbagai yang ndak jelas, debat kusir, atau bahkan ngomel, didepan orang (bisa kena jotos tu). meding kita ngomel ditulisan. karena kita bisa sunting bahasa kita dan melegakan perasaan..

Advertisements

3 Responses so far »

  1. 1

    teguhsts said,

    Selamat ulang tahu(n) bes, semoga panjang segala-galanya. Hahaha


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: