Pendidikan dari Tukang Potong Rambut

Ternyata memang benar pendidikan itu ada dimana-mana. Tidak hanya dalam pendidikan formal bahkan ada di tempat potong rambut (ha… koq bisa..???) Sudah sering atau bahkan jadi rutinitas bahwa seorang harus melakukan potong rambut, selain agar terlihat rapi namun juga risih, tur  hawanya mulai panas. Terkadang saya terpikir kenapa harus potong rambut sih…?? klo dipotongkan te2p aja nantinya panjang lagi..??? biar gondrong sekalian aja..???

Mungkin rambut layaknya kehidupan.. semakin hari akan semakin tumbuh, meski kita tidak penah menyuruh, namun tugas kita sebagai pemilik kehidupan itu (baca: rambut) harus merapikannya, sehingga kehidupan kita enak dilihat. enak dilihat kita belum tentu enak dilihat orang lain. kita suka mohawk namun orang lain lihat aneh ke kita, Karena itu kehidupan tergantung cara pandang kita, suka pada model mana… (^_^) Klo dah sewrawut ya dipotong aja.. ndak usah malah menyalahkan kenapa harus tumbuh atau menyalahkan rambut itu sendiri. Demikian halnya klo mau ganti model.

Melihat Tukang Potong rambut ini sungguh membuat saya kagum, Ia rela mengatur kehidupan (eh rambut) orang lain dengan hanya upah 5000, Bukan karena harganya yang murah, namun karena ia sangat pandai mengetahui kira2 model mana yang pas bagi sesesorang. Tanpa bilang kita mau model apa namun setelah selesai, wow.. saya suka dengan gaya saya.. (halah… lha wong potongan biasa aja) entah ndak tau kenapa saya sangat cocok sekali dengan hasil beliaunya ini. Selain itu, orangnya ndak segan2 tanya basi2 tentang kegiatan kita, bahkan memberikan wejangan sedikit. Mungkin karena strategi pemasaran atau memang orangnya baik. Namun hukum Q1=Q2 memang benar, bahwa kebaikan yang diberi sama dengan kebaikan yang diterima (bukannya itu kalor..???). Keserhanaan dan Kejujuran sekarang ini jarang ada, namun beliau mampu beristiqomah didalamnya. Hasilnya memang tak seberapa, saya tanya kenapa terus menekuni profesi ini ndak pindah ke profesi yang menjanjikan laennya, beliau menjawab :

kerjo sing digoleki dudu hasile tok mas, ikhlase lan gawe senenge wong liyan iku bayaran paling sing gedhe

Subhanallah.. #jleb banget.. saat ini dimana seseorang melakukan sesuatu demi materi, beliau ini bekerja untuk kebahagiaan orang lain. Keikhlasan diri ada klo orang lain juga ikhlas terhadap kita.

Mungkin benar adanya bahwa kehidupan(baca : rambut)  ini terkadang harus sedikit dibantu dalam merapikannya, kita tanya kepada yang tau model-model nya sehingga kira2 yang pas yang mana. Jangan menganggap model pilihan kita yang terbaik, karena terbaik menurut kita belum tentu baik dimata yang lain.

Untuk itu, Wahai Dzat yang mengetahui model kehidupan, Tidak ada yang pas kecuali apa yang Engkau pilihkan, Klo aku tidak suka dengan Pilihan Mu, Maka tata hati ku untuk yakin bahwa hal itu terbaik di mata Engkau..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: