Tidak semua hal kecil itu remeh

tidak semua yang kecil itu remehHari minggu ini alhamdulillah bisa libur (lha biasanya kan memang libur..???) ini benar benar libur, hati dan pikiran benar2 diliburkan, yang biasanya meskipun tanggal merah namun pikiran hari hijau. Namun namanya bukan manusia klo ndak berpikir, karena itu adalah ciri2 klo kita hidup. Dalam libur ini terbayang tentang masa depan yang masih abu-abu. Entah hitam atau putih (kayak acara TV aja..) nanti yang ku dapat aku tidak tahu. Astaghfirullah.. itulah tipuan syaitan, dia membayang-bayangi dengan keraguan dan rasa takut yang tidak beralasan, sehingga iman kita menjadi lemah. Namun bilamana kita mau merubah masa depan saat kita kita galau akan ketakutan yang tidak berasalan. Mending melakukan suatu kebaikan meski itu kecil dan menyibukan kita. Karena mending kita disibukan dengan perkara baik daripada perkara selain itu (berarti..??? ).

Pagi-pagi sudah dibangunkan dengan suara orang berkeliling dan berteriak “tensi..tensi..timbang badan..2x“, Melihat orang dengan ketekunan dan keuletan menjalani suatu profesi yang sebagian orang memandang bahwa profesi itu remeh, tidak menjanjikan, hanya dengan biaya jasa yang tak seberapa. membuat saya malu, (malu karena pa..???) secara dasar logika, dengan penghasilan seperti itu, jarang orang mau istiqomah dalam menekuni suatu profesi. Namun kenyataannya berbeda, sebagian orang mungkin menyepelekan cek tekanan dan berat badan, karena kita terlalu sibuk mengejar apa yang belum mereka miliki, sehingga melupakan anugrah Tuhan yang paling besar, yaitu kesehatan.

berbekal alat sederhana dengan jujur dan sabar orang tersebut memeriksa berat badan dan tekanan darah orang lain. (halah itukan biasa saja.. toh nanti ia kan juga dibayar..) ini bukan perkara siapa yang membayar dan dibayar, bukan perkara siapa bos siapa jongos, bukan perkara pembeli adalah raja. Namun kita diingatkan bahwa kita telah lupa menjaga nikmat Tuhan yang kita remehkan. coba klo tekanan darah sudah naik tanpa kita ketahui, atau berat badan yang tinggi, kita pastikan menyesal dan jengkel. itulah manusia akan menyadari betapa pentingnya suatu nikmat ketika nikmat itu sudah tidak ada.

Kemungkinan orang itu tetap tekun menjalani profesi itu bukan karena berapa bayaran atau kesehatan orang itu penting. Namun sebagai pengingat bahwa Tidak semua hal kecil itu remeh. karena kita pada jaman ini selalu silau akan hal besar. Jaman dimana hukum rimba berlaku keras. seperti kata spongebob “tidak semua yang berkilau itu emas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: