Subtansi Hati

Hati yang JernihTerkadang apa yang dirasakan, tak benar sedang dirasa, karena biasanya, kita merasakan yang tak sewajarnya, sering kita merasakan hal-hal yang tak perlu, atau bahkan belum perlu untuk dirasakan. Seperti halnya kita takut mengikuti suatu lomba karena kita akan kalah, atau takut akan masa depan yang suram. Prasangka atau perasaan seperti inilah yang disebut dengan mendahului kehendak. Karena kita sudah menghendaki bahkan merasakan hal-hal yang belum dikehendaki Allah. Pernah mungkin orang merasakan beban berat hidup saat ini, seolah-olah dunia ada di kepalanya. Bahkan hal tersebut dijadikan asumsi bahkan nanti kedepan ia akan mengelami hal yang sama.

Inilah yang unreasonable fear (ketakutan yang tak beralasan), kita takut terhadap yang belum bahkan ndak akan terjadi, mestinya yang ditakuti adalah sikapnya sekarang, karena sikap saat ini menentukan masa depan kita. Memang benar adanya, Tanggungan dan kewajiban membuat kita terjaga, Ya… terjaga dan mengira bahwa yang terjadi dan akan terjadi itu semua dalam kuasa kita. Namun Apabila itu semua dalam kuasa atau genggaman kita, kapan kita akan bahagia.?? Kita memang dijadikan pengatur (baca: Khalifah) untuk mengelola kehidupan ini. Namun bila kita mengatur semuanya apakah kita mampu..??? Coba bayangkan sedikit aja, sistem kehidupan ini sudah rumit, mengapa seolah-olah kita menggenggam semua itu.??

Ada bagian dalam wewenang kita, ada bagian yang diluar wewenang kita, karena semua bagian sudah ada yang mengelola. Tugas kita adalah hari ini, bukan kemaren atau bahkan nanti. Keraguan akan nanti dan penyesalan akan hari kemarin akan menunda kewajiban kita hari ini. Berencana itu perlu, namun beramal adalah utama.

(Tapi klo terus seperti ini bagaimana .??? Hidupku koq gini2 aja,  ndak ada ada yang bahagia.. Hati ku selalu galau klo mikirkan masa depan dengan masa lalu ku)… Ya ndak usah dipikirin.. ingat..!!  dunia hadir atas hukum sebab akibat, klo kita hanya meratapi dan meragukan hal-hal tersebut, akibatnya yang terjadi beneran.. (klo kepikiran terus) hilangkan dengan berbuat, hal baik tentunya.. kita berpikir terlalu kebelakang atau bahkan kedepan, itu terjadi karena kita tak punya amalan. (Klo capek gimana..??? aku capek gini terus..!!) Mending kita capek beramal baik dari pada selain itu (berarti amal…)

Hati memang terkadang harus dibohongi, karena kalau kita menurut hati yang ragu dan kotor, apa jadinya badan ini, bohongi hati dengan afirmasi dan motivasi diri. Bukan hati klo ndak mudah berganti, karena subtansi hati itu variable bukan konstanta

Advertisements

2 Responses so far »

  1. 1

    Ngi**ng dhisek bro :v


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: