Persepsi Niat

banyak orang beramal tanpa rencana sehingga berhasil dengan tiba-tiba, bahkan juga ada yang sebaliknya. Namun terkadang apa yang jadi pesepsi kita akan melakukan suatu hal atau amal menjadikan kita yakin bahwa apa yang kita lakukan itu memang benar. itulah Niat, Sering diungkapkan diawal namun jarang ditetapi ketika berjalan. Namun banyak orang yang mengeneralisasikan niat dengan orang lain. Subtansi Niat jadi berubah, bukan berasal dari hati atau diri sendiri, namun dari orang lain.

Terkadang kita terperosok dalam ungkapan penyamaan persepsi, dimana hal tersebut dijadikan suatu hal untuk meluruskan niat. Niat itu berdasarkan individu bukan kolektif, memang dasar manusia adalah mengikuti mayoritas, seperti halnya dikala kita di restoran dengan teman2 kita, 3 diantaranya pesan ayam kita secera tidak sadar pesan hal yang sama. Namun bukan karena ayamnya tapi lebih kepada rasa kebersamaan.

Kebersamaan mengindahkan, namun bisa jadi paksaan ketika kebersamaan dijadikan persepsi individu. inilah yang terjadi ketika orang selalu menganggap semua niat sama. Kita tidak bisa memaksa menyamakan niat. karena tujuan hidup tiap orang berbeda. Niat itu pada dasarnya adalah memberi, bukan memaksa, memberi dengan hati dan menerima dengan niat. Karena selain ikhlas memberi , kita harus ikhlas menerima, karena tidak semua niat kita benar dan akan berbalas sama. Itulah Ridho akan kehendak.

Niat menetukan tujuan, dimana apabila niatnya salah tujuannya pun salah pula. Memang menjadi dasar tujuan bahwa apa yang kita tuju itulah niat. Meski hal yang dilakukan baik kalau niatnya salah, berbeda pula hasilnya. Pukul rata niat kita, memang terdengar janggal, (niat itukan berdasarkan individu kenapa harus pukul rata..??) .

Manusia pada dasarnya bertujuan satu, karena semua berawal dan berakhir pada hal yang sama. yaitu Kebaikan, Pukul rata niat pada kebaikan karena itu yang di perintahkan Allah, bahwa ia akan membalas kebaikan walau sebesar biji sawipun, tak nampaknya suatu kebaikan tak berarti tidak ada, tak nampaknya kebaikan itu karena ia terlalu kecil atau bahkan terlalu besar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: