Aji Ning Tresno Jalaran Soko Kuliner

kuliner TresnoRasa kebersamaan itu akan ada bersama dengan kedekatan. Setiap rasa yang di iringi rasa sama, serasa atau bahkan solidaritas akan memunculkan keutuhan rasa yang mungkin sebagian orang menyebutnya “cinta”. Kebersamaan menjadi hal yang diidamkan ketika tidak adanya rasa saling tergantung atau bahkan saling empati.  Kebersamaan bisa dijadikan suatu senjata untuk meruntuhkan tirani atau bahkan rasa ketidak adilan pada orang yang memiliki rasa sama. Namun dalam suatu lingkup keluarga atau bahkan rekan, rasa kebersamaan jarang bisa tumbuh atau bahkan sulit dikembangkan. Inilah yang disebut sebagai kebersamaan dalam kesendirian. 

Bersama mungkin adalah pertemuan fisik atau sering jumpa dalam ruang dan waktu. namun rasa bersama belum tentu hadir dalam ruang dan waktu yang telah disepakati. Berbeda itu pasti, namun apakah itu yang dijadikan hal untuk tidak menumbuhkan sikap kebersamaan ? Berbeda  itu adalah rahmat itupun suatu kebaikan. kalau kita menolak kebaikan terus kita mau menerima apa ?. Bukan hal yang harus di debatkan tentang suatu sudut padang atau suatu gagasan dari hal yang diamati. Keberagaman itu mestinya jadi warna yang indah bukan menjadi pedang pembunuh.

Sudah dasar manusianya ingin menunjukkan aku, atau ego-nya, itupun fitrah dan wajar. Disaat kita menunjukan siapa diri kita, mestinya kita mau menerima pertunjukan diri orang lain, Kalau semua orang ingin menunjukkan diri siapa yang mau jadi penonton dan menilai. Apa bedanya kita manusia dengan cermin, sedangkan cermin pun jujur dalam menampilkan nilai orang.

mungkin benar adanya, cinta itu datang bukan karena rasa bersama atau kebersamaan, namun kebersamaan itu muncul karena cinta. Bukan biasa karena itu cinta, namun cinta itu yang membiasakan. Cinta itu bukan dibentuk karena sering bersama atau biasa. Cinta itu ditepati di awal, bukan diciptakan dengan dalih kebersamaan.

Untuk yang ingin membangun kebersamaan dalam cinta dan rasa sama. mungkin Judul diatas sangat pas “Ajining Tresno Jalaran Soko Kuliner” Rasa cinta itu akan muncul ketika sering makan dan suka akan makanan yang sama, karena bila kebersamaan itu lebih keurusan perut dan rasa lidah, manusia akan lebih mudah sepakat dan sepaham, meski hidup bukan hanya urusan perut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: