Cinta Tulus yang Terlupakan

Astaghfirullah…

Ampuni hamba ya Robb… hamba tidak bisa bersyukur,entah apa tolak ukur yang hamba jadikan panutan, sehingga hamba terasa sangat kurang dan fakir dalam hati ini, Astaghfirullahal adzim..

Jujur saja, memang beberapa waktu ini apa yang hamba rasakan memang cukup berat, amat sangat berat sehingga apapun yang hamba rasa, tidak ada yang benar, bahkan hidup pun salah adanya, kecewa akan apa yang didapat tidak sebanding dengan apa yang dikeluarkan, mungkin hamba sering memberi atau bahkan beramal meski itu kecil dimata Mu, namun Engkau pasti membalasnya dan itu setimpal, seperti halnya air hujan yang turun, namun nikmat mu mana yang aku dustakan, karena hamba hanya bisa bertolak ukur denang umumnya orang, perasaan pengen seperti kebanyakan orang itu muncul, bisa sama atau bahkan lebih, namun bagaimana bisa sama dengan orang lain jika kondisi diri sendiri saja masih bingung, Astaghfirullah..

Mengejar apa itu kesempurnaan dengan bekerja keras dan beramal baik, mungkin itu yang aku lakukan, namun kesempurnaan dalam apa yang kuraih, aku masih bingung, ingin rasanya mengulang semua lagi dari awal, sehingga bisa melakukannya dengan baik dan terencana, namun apakah hidup ini seperti video game, apabila kita melakukan kesalahan dalam permainan kita bisa reset kembali keawal?? Tidak mungkin, hidupitu berjalan maju, dan apa yang kita pilih akan muncul hasilnya, dan kita akan dimintai pertangung jawaban atas pilihan kita,

Sering akau merasa kenapa harus aku yang menerima semua ini, mampukah aku, atau kenapa keluarga atau mungkin kehidupan orang tua ku seperti ini, Ya Robb Ampuni pemikiran hamba yang sesat ini, dalam bertindak atau bahkan ketika menemui masalah dalam melangkah selalu aku melihat orang lain yang mudah melangkah, kanapa aku tidak bisa seperti dia ? pertanyaan itu yang muncul dalam benak ku, namun setelah aku telusuri (mungkin ini hanya asumsi) ternyata masalahnya klasik, keluarga yang sempurna dengan materi yang sempurna (mungkin..) sering aku menyalahkan dalam hati amalan orang tua ku pada masa lalu, sehingga (seolah-olah) aku yang harus menanggung dosa mereka, aku mencoba berbakti namun berat kurasa jika aku menilai dari orang lain, karena akupun hanya bisa meniru, bagaimana seharusnya memilih pilihan hidup ini.

Keluh kesah diatas sengaja aku ungkapan, saat ini aku melihat kerja keras orang tua ku dan dulu ketika aku masih kecil adalah sama, intinya sama, dan aku yakin dan berani bersumpah bahwa tujuan kedua orang tua hidup adalah untuk kebahagiaan anaknya, meskin tenaga tak sekuat dulu, atau mungkin materi tak sebanyak dulu (atau bahkan kita yang lebih) pemberian orang tua tidak akan pernah berkurang, atau bahkan mengurangi, mereka berusaha sepenuh hati untuk kebahagiaan anaknya, saat kita lapar dan orang tua kita juga lapar, ia merelakan jatah meraka buat kita (sudah nak ayah/ibu sudah kenyang, makan aja) meskin perutnya belum terisi sama sekali, klo misalnya kita sakit, ibu yang selalu memdampingi kita, ia tidak akan pernah jijik saat kita kecil belum bisa membersihkan ingus sendiri, ia langsung menyedot ingus kita dengan mulutnya, ini bukan perkara jorok atau najis, ini adalah soal pemberian cinta yang tulus,

Sekarang apakah kita sudah menerikan cinta yang tulus, meski itu tidak bisa menggantingkan semua apa yang beliau berikan ? Ya Allah.. Engkau mungkin sudah bosan dengan Tangisku, atau mungkin sudah bosan dengan permohonan ampun ku, aku tidak meminta apapun untuk menambah kualitas hidup ini, aku hanya minta diwaktu yang engkau berikan saat aku bersama dengan orang tua ku ini, muliakan hidup mereka, seperti mereka memulaikan aku, karena Ridho mereka adalah Ridho-Mu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: