Cinta Sejati itu…

Real LoveMenerawang ke belakang dan mengharap kedepan akan banyak yang bisa direnungkan,  mendefinisikan makna itu berbeda karena subtansi hati itu variabel yang tidak tetap, mudah terbolak balik khususnya dengan keadaan. Banyak definisi tentang apa itu cinta, mulai dari yang indah bahkan yang hina. Mari kita bicarakan tentang cinta lebih besar dari aku, kita dan mereka.

Mencintai atau dicintai merupakan dambaan setiap orang. Bukan karena gengsi atau harapan, namun itulah fitrah manusia. Kita diciptakan dengan cinta. Allah menciptakan kita bukan tanpa sebab, bukan pula karena kita yang meminta, Namun karena Ia cinta. Banyak orang sakit, marah atau bahkan gusar karena cinta yang tak berbalas. Sedih dikala apa yang disuka atau di kagum, tidak memberikan hal atau respon yang sama. Coba sedikit kita sisihkan sebagian perhatian kita pada diri kita. Lihat diri kita, tidak kah kita merasakan cinta didalamnya. Kesempurnaan penciptaan terlebih pada karunia nafas, seberapa butuhkah kita akan nafas yang kita sendiri tak pernah minta, Ia berikan dengan percuma. Kesempurnaan penciptaan indra kita, pernahkan kita sedikit menengok sodara kita yang indra nya tidak sebaik kita. Adakah yang cinta diberikan oleh Nya kita balas atau kita respon sebesar apa yang Ia berikan ?  Tidak.. Allah tidak butuh itu, Cinta Nya itu memberi apa yang kita butuhkan. Kita sering menghalau dan menepis cinta yang di berikan Cuma-Cuma. Dan kita gantikan dengan menyalahkan Nya, Ya.. menyalahkan Nya, karena pemberiaan Nya tidak sesuai dengan keinginan kita. Keinginan dan kebutuhan itu beda. Apa yang kita inginkan terkadang bukan apa yang kita butuhkan, karena Keinginan itu dari penilainya adalah ego hati kita, sedangkan kebutuhan itu penilainya adalah seseorang yang tahu tentang diri kita. Sekarang siapa yang cintanya tak berbalas ? kita atau siapa ?

Orang tua kita, Ya benar…cinta mereka tidak akan pernah berkurang meski umur mereka berkurang. lihat kerja keras orang tua kita kini dan dulu ketika kita masih kecil adalah sama, intinya sama, dan aku yakin dan berani bersumpah bahwa tujuan kedua orang tua hidup adalah untuk kebahagiaan anaknya, meskin tenaga tak sekuat dulu, atau mungkin materi tak sebanyak dulu (atau bahkan kita yang lebih) pemberian orang tua tidak akan pernah berkurang, atau bahkan mengurangi, mereka berusaha sepenuh hati untuk kebahagiaan anaknya. Tengoklah mereka sebentar, saat kita lapar dan orang tua kita juga lapar, ia merelakan jatah meraka buat kita “sudah nak ayah/ibu sudah kenyang, makan aja” meskin perutnya belum terisi sama sekali, coba tengok hati, adakah ungkapan cinta seindah ini ?. Kalau misalnya kita sakit, ibu yang selalu memdampingi kita, ia tidak akan pernah jijik saat kita kecil belum bisa membersihkan ingus sendiri, ia langsung menyedot ingus kita dengan mulutnya, ini bukan perkara jorok atau najis, ini adalah soal pemberian cinta yang tulus. 9 Bulan 10 hari, bukan masa yang sebentar untuk menahan segala rasa sakit, rasa yang tak nyaman dan beban. Ibu merasakan tak enak makan, tidur tak nyeyak saat beliau mengandung kita, apakah beliau mengeluh ? Tidak.. Ia semua akan terbayar ketika mendengar tangis kita. Saat kita kecil, apapun yang kita pinta meraka beri, Bahkan yang tidak kita minta pun dikasih. Meski itu memberatkan mereka. Adakah mereka mengeluh ? Tidak… meski terima kasih tak terucap, namun semua itu terbayar dengan senyum dan tawa kita. Sekarang, siapa yang cintanya tak berbalas ? kita atau ?

Sekarang kembali kepada hati tempat cinta itu ada. Jika kita merasa miris atau menangis akan cinta. Pertanyaannya,  Sejauh mana kita melenakan cinta yang selama ini diberikan dengan Cuma-Cuma dan sangat dekat dengan kita ?  Hakikat Cinta itu memberi bukan menerima..

Advertisements

2 Responses so far »

  1. 1

    kholbirajalay said,

    agan…rajagombal mukidin…wkwkwkwkwkwkw


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: