Menyerah menghadapi hidup ??

“Jangan Menyerah menghadapi hidup” Adalah suatu jargon yang mungkin banyak di gaungkan oleh sebagian manusia saat dia membutuhkan motivasi, sebuah dendangan yang bisa dijadikan penyembuh saat hati ini penuh dengan masalah tanpa solusi. Namun terkadang hati ini kalah, Benar… kalah bahkan mengalah kepada keadaan. Hidup dalam dunia ini tidak lepas dari masalah, karena masalah adalah tanda kehidupan. Sebagian orang ada yang memiliki solusi jitu dalam menghadapinya. Baik dengan menenangkan hati dengan berbagai macam hiburan, atau bahkan ada yang menggunakan bantuan benda (Zat-zat kimia) yang bila digunakan, masalah akan hilang seketika, meski itu hanya di angan-angan bukan dalam realita. Banyak jalan menuju roma, banyak jalan untuk menjadikan kita koma. Koma adalah kondisi dimana manusia berada di antara maya dan nyata. Hidup segan mati tak mau. Ini juga slogan yang sering di katakan jika tertimpa berbagai masalah yang tak kunjung habis. Adapun yang tidak mau berpikir dan tidak berani menghadapi lagi, lebih memilih tindakan yang paling bodoh, (menurut saya) yaitu mengakhiri hidup. Bagaimana tidak bodoh coba, kalau orang sudah berani mati, kenapa tidak berani untuk hidup ? Bukannya mati itu lebih menyeramkan ? Yang pasti, mayoritas jalan yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah adalah lari.

Pada suatu titik tertentu terkadang hati ini tenggelam, ya… tenggelam sangat jauh kedalam kegelapan yang terjadi saat masalah tiba. Karena masalah itu adalah konsekuensi hati. Dimana untuk menghadapinya hati ini yang sebenarnya bekerja. Ketika dalam masalah atau bahkan keredupan pemikiran dan harapan, hati ini kelam. Namun tidak manusia bila tidak ada dinamika. kita di karunia Allah suatu kekuatan, dimana kekuatan itu adalah menentukan hidup. Hidup adalah pemberian dan karunai dari Allah. Tapi baik dan buruk kualitasnya kitalah yang menentukan. Terkadang dalam kondisi kelam, kita tidak bisa berpikir jernih, buthek, penuh dengan masalah. Disitulah saat kekuatan kita diuji. Apakah kita mampu menentukan pilihan meski tidak ada pilihan yang bisa dipilih. Tidak mungkin ada asap tanpa adanya api. Ungkapan yang sesuai dengan kondisi saat tiada pilihan. Camkan baik-baik pilihan selalu ada. Karena masalah itu pilihan kita juga. Tapi terkadang kita sendiri yang penakut. (lohh koq bisa..??)

keberanian dibutuhkan saat kita menetukan pilihan. Berani mengambil resiko dan berani berubah. Jangan biarkan rasa takut mengerogoti kejernihan hati. Karena fitrah hati ini bersih. Takdir Allah itu baik, cuma terkadang jadi buruk bila kita memandangnya dan bahkan merubahnya menjadi tidak karuan. Keberanian harus ditanamkan sedalam-dalamnya seperti saat terlintas pikiran bodoh. Kalau orang sudah berani mengakhiri hidupnya, pasti ia mudah untuk menuntaskan hidupnya, menyelesaikan hidupnya, mengsukseskan hidupnya. Orang yang sudah sampai finish pasti dia sudah merasakan lari, sudah merasakan ngos-ngosan, sudah merasakan detak jatung cepat dan terpacu. Saat dapat masalah tinggal kita mau memilih mana, jadi orang bodoh atau orang yang suka masuk angin (^_^)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: