Tombol Reset untuk Hidup

Tombol ResetMungkin saat kita menyesal dengan hasil yang kita peroleh, atau mungkin kita melakukan suatu kesalahan dimana itu berdampak pada masa depan kita. Menyesal dan galau mungkin itu adalah kegiatan yang mudah dan paling sering dilakukan ketika kita menghadapi masalah tersebut. Namun apakah dengan meratapi dan menyalahkan diri (yang mudah dijadikan kambing hitam) itu dapat menambah kebahagiaan atau bahkan dapat memperbaiki keadaaan ? Mamang wajar menangis, wajar berbuat salah, wajar menyesal karena itu pertanda bahwa kita dapat masalah (looh koq), memang benar…  masalah itu mempertandakan bahwa kita sedang hidup. Namun apakah yang sebaiknya dilakukan agar tidak tenggelam dalam kesedihan, atau bahkan kita lari dari akibat yang sudah kita perbuat. Berikut adalah kiat sederhana yang saya sendiri alami ketika sifat asli sebagai manusia muncul (sifat salah dan lupa).

1. Pahami dan terima lah bahwa kita salah

ini adalah hal utama yang digunakan untuk obat dan juga merupakan hal yang sulit dilakukan. Mudah sekali untuk kita menyalahkan orang lain, melihat keburukan orang lain, mencela, atau bahkan menghina orang lain. Namun kita akan sangat kesulitan jika kita mengoreksi diri sendiri. Bukan halnya masalah seberapa paham kita terhadap diri kita. Namun terkadang kita buta terhadap diri sendiri. Untuk membenahi kesalahan mulailah dari hal yang tersulit, yaitu memaafkan diri sendiri. Dengan memaafkan diri kita akan lebih menerima dan ikhlas akan segala macam keputusan yang diberikan. Bukan berarti kita menyerah dengan keadaan namun justru kita bisa berdamai dengan keadaan.

2. Minta Maaflah

Jangan sungkan untuk meminta maaf, meski itu sulit atau bahkan kita rasa tidak mungkin untuk melakukannya. Memaafkan adalah obat hati terbaik saat hati ini galau. terlebih terhadap diri sendiri. Mungkin permintaan maaf kita tidak pernah digubris atau tertolak. Namun minimal kita bisa mengobati hati kita sendiri. Tidak ada gunanya menyimpan kebencian dan amarah. Hati kita akan bisa terbang jika kita melepaskan beban yang ada. Itulah namanya hati yang lapang, yaitu hati yang penuh syukur dan rasa maaf.

3. Lakukan perbaikan sekecil mungkin

disaat 2 hal diatas sudah dilakukan. Maka langkah selanjutnya adalah memulai perbaikan meski itu hal kecil. Saat kita mengetahui bahwa apa yang kita perbuatan adalah merusak atau buruk. Perbaikilah…. Seperti saat kita sering mendapatkan masalah saat kita kurang bisa mengatur waktu. mulailah hidup dengan rapi. Atau mungkin kita sering keceplosan atau bahkan ndak terasa menghina orang. Mulailah untuk menjaga lidah dan meminta maaf pada orang lain. Apapun itu meski kelihatannya belum menyelesaikan masalah lakukan perubahan. karena masalah sudah selesai ketika kita mulai melangkah pertama kali

4. Bersabar

(Loh.. koq disuruh sabar?? nyerah dong) Ndak juga keles… dengan bersabar kita berarti sudah menang, benar kita menang, dengan bersabar kita sudah menyadari bahwa segalanya ini sudah pasti ada jalan keluarnya. cuma masih belum ketemu aja (^_^). dalam keadaan apapun bersabar adalah kondisi yang paling baik untuk dipilih, karena mau milih apa lagi coba? mengeluh,  menyalah kan orang… sudah lah… mumpung kita masih didunia bersabarlah, karena ada saatnya nanti kita tidak bisa bersabar lagi ketika diakhirat kelak..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: