Doa yang Tertunda

Alhamdulillah ala kulli hal… alhamdulillah ku ucapkan kepada Mu Ya Allah, semoga sekarang aku benar-benar sadar bahwa semua doa itu di kabulkan. Dan itu benar, aku berani bersumpah. Bahwa Allah mengabulkan segala macam permintaan, meski yang meminta itu adalah orang atau mahkluk yang paling durhaka kepada Nya. Iblis saja yang durhakanya tidak perlu ditanyakan lagi, Ia meminta kepada Allah ingin dipanjangkan umurnya sampai hari akhir dan meminta izin kepada Allah untuk menggoda manusia untuk menjadikan temannya di neraka kelak, dikabulkan. Bagaimana dengan kita?

Muhasabahku hari ini sedikit menoreh akan tulisan-tulisanku berikutnya yang bertemakan bahwa seperti diri ini kehilangan arah, seperti kehidupan ini sempit, layaknya tiada yang pernah di wujudkan dalam setiap harapan dan impian. Padahal itu terjadi karena do’a – do’a atau permintaan kita sendiri kepada Allah.

Seperti halnya demikian. Saat kita memohon kepadanya untuk diberikan rezeki yang halal, melimpah dan berkah. Namun tak disangka tak dinyana, keadaan jauh panggang dari api. Layaknya rezeki ini sempit, rezeki semakin berkurang, bahkan hanya cukup untuk makan pada hari itu, besok kita tak tahu ada atau tidak. Kadang disitu kita merasa sedih. Padahal kita sudah melakukan hal-hal yang baik. Terkadang terbesit pemikiran apakah kita kurang sedekah? apakah kita kurang ibadah atau bagaimana ?. Saat kita meminta rezeki, Kita sering fokus terhadap kuantitasnya. Namun kita lupa pada hal yang terpenting dari rezeki itu sendiri. Yaitu HALAL dan BERKAH nya. Mungkin saat sebelumnya rezeki kita melimpah kemudian kita bersyukur. Kita pikir bahwa dengan melakukannya, rezeki akan bertambah (Namun kenapa semakin berkurang…?? katanya jika kita bersyukur akan ditambah nikmatnya?? ) itulah kesalahan kita. Menghitung rezeki berdasarkan kuantitas atau jumlah. Allah Maha Tahu dan Maha Menghitung segalanya, termasuk rezeki kita. Saat rezeki semakin sempit dan berkurang atau bahkan habis, padahal kita sudah bersyukur. Di situlah Allah menghalalkan atau membersihkan rezeki kita(loh koq bisa..??) Ya.. Benar… Coba sedikit kita tengok. Bagaimana keseharian kita saat bekerja menggapai rezeki, bagaimana perilaku kita di tempat kerja, bagaimana cara kita mencarinya, adakah langkah atau mungkin hal-hal yang kita lakukan itu membuat Allah untuk tidak ridho terhadap rezeki yang sudah kita terima ? (Lohh.. tapi aku bekerja ditempat dan dengan cara yang halal koq??) Bukan masalah tempat dan caranya. Mungkin kita pernah melakukan hal-hal saat bekerja seperti, mencuri waktu untuk main-main saat bekerja. Melakukan kecurangan meski itu sedikit atau bahkan sudah kewajaran yang dilakukan saat bekerja, atau yang paling parah, kita tidak bergantung kepada Allah untuk rezeki, namun lebih kepada Atasan, Pimpinan, HRD, Bos, pelanggan atau perilaku pasar.

Jika saat gaji atau penghasilan besar kita merasa kosong atau belum cukup, atau saat gaji kecil juga merasa kurang, Padahal kita sudah menjalankan semua perintah-Nya, termasuk untuk bersyukur. Pada saat itulah Allah sedang menghapus sebagian rezeki kita yang tidak sewajarnya kita terima, Allah sedang membersihkan rezeki kita yang kotor, Allah memurnikan penghasilan kita. Bukankah kita menginginkan rezeki yang Halal dan Berkah ? Bukannya berkah itu bertambahnya kebaikan? Untuk itu, bersyukur itu terkadang lebih tinggi dari pada sabar. Banyak yang orang terpaksa bersabar karena suatu keadaan yang memaksanya. Namun tidak setiap orang yang diberi nikmat itu bersyukur. Bukan masalah Allah tidak mengabulkan Doa kita atau menunda Doa kita. Do’a dan permintaan yang terkabulkan itu sudah datang, namun kita sebagai manusia yang miskin ilmu dan kurang bersyukur saja tidak bisa mengetahuinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: