Posts tagged diary

Kenapa harus aku..??

Kenapa harus akuUngkapan diatas pasti terucap dikala kita merasa tidak mampu dengan tugas, atau beban yang diberikan. Atau mungkin suatu sangkalan saat kita merasa tidak ada yang mau menolong, tidak ada orang yang peduli dengan kita, ingin diungkapan tapi nanti malah jadi beban buat orang lain. Tidak ingin menjadi beban buat orang lain, itu juga merupakan suatu beban.Ya benar..memudahkan orang lain itu beban buat kita, apabila kita sendiri tidak sanggup untuk menjalaninya dengan mudah. Mudah itu juga beban, apabila mudah itu diketahui setelah kita merasa susah. Terus kenapa ini semua harus di emban? Apa gunanya ?  kenapa beban ini terasa berat ? aku sudah tak sanggup lagi untuk menahannya ? meletakannya ? tidak mungkin, karena itu nanti juga jadi beban, terus bagaimana agar kita lepas dari semua beban ? Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a comment »

Aji Ning Tresno Jalaran Soko Kuliner

kuliner TresnoRasa kebersamaan itu akan ada bersama dengan kedekatan. Setiap rasa yang di iringi rasa sama, serasa atau bahkan solidaritas akan memunculkan keutuhan rasa yang mungkin sebagian orang menyebutnya “cinta”. Kebersamaan menjadi hal yang diidamkan ketika tidak adanya rasa saling tergantung atau bahkan saling empati.  Kebersamaan bisa dijadikan suatu senjata untuk meruntuhkan tirani atau bahkan rasa ketidak adilan pada orang yang memiliki rasa sama. Namun dalam suatu lingkup keluarga atau bahkan rekan, rasa kebersamaan jarang bisa tumbuh atau bahkan sulit dikembangkan. Inilah yang disebut sebagai kebersamaan dalam kesendirian.  Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Persepsi Niat

banyak orang beramal tanpa rencana sehingga berhasil dengan tiba-tiba, bahkan juga ada yang sebaliknya. Namun terkadang apa yang jadi pesepsi kita akan melakukan suatu hal atau amal menjadikan kita yakin bahwa apa yang kita lakukan itu memang benar. itulah Niat, Sering diungkapkan diawal namun jarang ditetapi ketika berjalan. Namun banyak orang yang mengeneralisasikan niat dengan orang lain. Subtansi Niat jadi berubah, bukan berasal dari hati atau diri sendiri, namun dari orang lain.

Terkadang kita terperosok dalam ungkapan penyamaan persepsi, dimana hal tersebut dijadikan suatu hal untuk meluruskan niat. Niat itu berdasarkan individu bukan kolektif, memang dasar manusia adalah mengikuti mayoritas, seperti halnya dikala kita di restoran dengan teman2 kita, 3 diantaranya pesan ayam kita secera tidak sadar pesan hal yang sama. Namun bukan karena ayamnya tapi lebih kepada rasa kebersamaan. Read the rest of this entry »

Leave a comment »