Posts tagged motivasi kehidupan

30 Hari Mencari Cinta

Merindukan Mu agar selamanya disisi ku, membuatku mengerti

Menanti Mu adalah suatu kegembiran, meski Engkau datang sesekali

Terkadang, Mata ini iri kepada hati,

Karena dimata ini Engkau tak nampak, namun dihatilah Engkau berada. Read the rest of this entry »

Advertisements

Leave a comment »

Menggenggam Buih

Sudah dari dahulu bahwa setiap permulaan pasti ada akhir, Meski terkadang sebagian orang tidak ingin menghendaki akhir jika permulaan dan perjalanannya sangat menyenangkan. Namun ada pula yang tak menghendaki permulaan karena dari awal sudah tidak menghendakinya. Setiap orang berkesempatan untuk memperolehnya. Namun apa yang terjadi bila awal dan akhirnya itu berbeda. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Dimana Engkau Berada (Sebuah Cerpen)

Aku keluar dari kebiasaanku. Yang sebelumnya aku sudah terlarut dalam buaian selimut dan dekapan mimpi. Berjalan di iringi dengan desing mesin dan roda, berharap angin dan debu di luar sana bisa menghapus lara ku. Entahlah kenapa ramai kulihat kota ku ini. Padahal aku tidak sebentar disini. Sejak umur 2 tahun sudah berdiam disini. Namun malam ini terasa asing bagiku untuk menyusuri jalan yang lama ku kenal. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Doa yang Tertunda

Alhamdulillah ala kulli hal… alhamdulillah ku ucapkan kepada Mu Ya Allah, semoga sekarang aku benar-benar sadar bahwa semua doa itu di kabulkan. Dan itu benar, aku berani bersumpah. Bahwa Allah mengabulkan segala macam permintaan, meski yang meminta itu adalah orang atau mahkluk yang paling durhaka kepada Nya. Iblis saja yang durhakanya tidak perlu ditanyakan lagi, Ia meminta kepada Allah ingin dipanjangkan umurnya sampai hari akhir dan meminta izin kepada Allah untuk menggoda manusia untuk menjadikan temannya di neraka kelak, dikabulkan. Bagaimana dengan kita? Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Aku Mengkhitbah mu untuk Menduakan mu (Sebuah Cerpen)

Serasa sesak dada Raisa, Bukan karena sakit asma, namun karena apa yang telah dialaminya. Bagaimana tidak, setelah sekian lama menunggu seseorang yang dapat mengisi kekosongan hatinya. Datanglah seseorang yang berani mengambil resiko untuk menanggung setiap kehidupan dan dosa akan dirinya. Tapi apa daya, kali ini amatlah pelik bagi Raisa, karena syarat yang diminta calonnya.

Sudah umur berkepala tiga, dimana dahulu sudah banyak yang mencoba untuk merajut asa dengan nya. Tetapi, karena cinta nya lebih besar kepada cahaya ilmu, banyak calon yang pulang dengan tangan hampa. Dimulai dari saat masih berpendidikan strata satu, salah satu teman baiknya, Rian mencoba meminangnya. Dia adalah teman yang selalu disampingnya. Meski tak nampak raut wajah akan kasih dan suka. Tapi Rian sabar dalam diamnya Cinta. Sebelum wisuda dia beranikan diri untuk mengungkapkan segala gemuruh dalam hatinya kepada Raisa. Read the rest of this entry »

Comments (2) »

Jauh Dimata Dekat Di Doa (Sebuah Cerpen)

“Muhammad Farid, Sarjana Pendidikan Islam” Panggilan itu membuat aku melaju tegap dan penuh harap. Aku gugup, ternyata setiap langkahku diperhatikan. Sambil melangkah ku tarik nafas panjang. Sadarku, bahwa ini adalah langkah awal untuk tanggung jawab keilmuanku. Aku fokus pada Bu Aisyah yang sudah siap untuk mengganti arah tali pada topi toga ku. Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Hati Ku Tertinggal di Mushola (Sebuah Cerpen)

Bergetar lagi hati ini, “haduh.. kenapa hari ini datang begitu cepatnya”. Serasa baru saja aku bertemu dengan dia dan merasakan kakunya kaki ini berserta keluhnya lidah ini. Bagaikan orang bisu dan tuli. Tiada yang bisa di katakan dan tiada yang bisa didengarkan. Saat aku berpapasan dengannya, Mata ini berubah menjadi mata kuda yang fokus pada sesuatu meski banyak hal dan orang yang harus diperhatikan.

“Fita, kamu kenapa ? Sakit ya..? koq berkeringat dan terlihat gelisah begitu ?” Read the rest of this entry »

Leave a comment »