Posts tagged motivasi

Sahabat dan Cinta Bag 1 (Sebuah Cerpen)

Hujan disore ini tak seperti biasanya, terasa Begitu dingin bahkan sampai ke relung hati. Laju motor ini pun serasa tak sperti biasanya. Kenapa bisa begitu lambatnya, padahal baru kemarin aku service dan ganti oli.

“Apakah bengkelnya kemarin cuma asal betulin aja ? Astaghfirullah…” Gumam ku dalam hati.

Gerimis pun semakin rapat. Serasa menusuk dalam kulit, padahal aku memakai jaket tebal ini. Dinginnya tak seberapa dengan dinginnya hati. Begitu halnya dengan sikapnya pada ku seminggu ini. Bagaimana seseorang bisa bertahan coba. Bila seseorang tersebut tiap hari diacuhkan, bahkan salam dan senyum pun tak muncul dalam gurat wajahnya, meski diri ini sudah memulainya dulu.

“Sabar Ara… Kamu kan udah minta maaf…” Kataku pada diri ini. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Dimana Engkau Berada (Sebuah Cerpen)

Aku keluar dari kebiasaanku. Yang sebelumnya aku sudah terlarut dalam buaian selimut dan dekapan mimpi. Berjalan di iringi dengan desing mesin dan roda, berharap angin dan debu di luar sana bisa menghapus lara ku. Entahlah kenapa ramai kulihat kota ku ini. Padahal aku tidak sebentar disini. Sejak umur 2 tahun sudah berdiam disini. Namun malam ini terasa asing bagiku untuk menyusuri jalan yang lama ku kenal. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Doa yang Tertunda

Alhamdulillah ala kulli hal… alhamdulillah ku ucapkan kepada Mu Ya Allah, semoga sekarang aku benar-benar sadar bahwa semua doa itu di kabulkan. Dan itu benar, aku berani bersumpah. Bahwa Allah mengabulkan segala macam permintaan, meski yang meminta itu adalah orang atau mahkluk yang paling durhaka kepada Nya. Iblis saja yang durhakanya tidak perlu ditanyakan lagi, Ia meminta kepada Allah ingin dipanjangkan umurnya sampai hari akhir dan meminta izin kepada Allah untuk menggoda manusia untuk menjadikan temannya di neraka kelak, dikabulkan. Bagaimana dengan kita? Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Cinta Tak Berbalas..?? (Sebuah Cerpen)

Pagi itu aku melihat dua insan yang membuatku terus bertahan hidup. Aku antar mereka dengan penuh harapan dan doa ke depan rumah.

“Assalamulaikum Bunda… Angga berangkat dulu”

“Hati-hati ya nak, semoga ilmunya bermanfaat..”

perlahan namun pasti akhirnya kedua anakku meninggalkan teras dengan mengayuh sepedanya.
Penuh tawa dan semangat kecuali si bungsu, Lulu. Mungkin karena sepatunya yang sudah mulai mempunyai celah di bagian depan. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Peluklah Anna, Ayah ! (Sebuah Cerpen)

Dalam diam ku di ruang tunggu, aku melihat banyak orang berlalu lalang. Kelihatan sibuknya akan urusan masing-masing, seolah-olah aku berada dalam pulau tak bertuan, padahal sekelilingku penuh kebisingan. Terdengar dengungan mesin pesawat yang akan take off, membuat aku menatap kelangit, aku bergumam, “Akankah hidup ini kan berubah setelah ini”. Hembusan Nafas panjang ku disertai dengan harap, bahwa penghargaan ini patut untuk aku syukuri.

 

“Na… Anna… Kamu ngelamun ya..??” Sapa Naura. Seketika hilang sudah perasaan ini saat melihat wajah manisnya.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

CINTA DI BATAS ADZAN (sebuah cerpen)

Angin berhembus dengan lembut, membawa harum bau laut yang segar dengan khas birunya. Menatapi indah penuh keluas samudra, membuat hati ini menjadi damai dan cemas akan hadirnya. Duduk menghadap dengan rasa sedih dan penuh Tanya, kenapa aku ada, kenapa aku diciptakan, membuat aku tunduk menghadap pasir dan menulis diatas nya dengan potongan ranting kecil.

“Assalamulaikum Amir..!!”, segeranya kaget dan menghapus tulisan pasir yang baru dibuatnya.. “Bengong aja sendirian, Kamu liat nyi roro kidul mandi”?? canda Zahra seorang perempuan yang hadir dengan dengan senyum keceriaan yang membuat hati ini lupa akan rasa yang tadi datang. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Tombol Reset untuk Hidup

Tombol ResetMungkin saat kita menyesal dengan hasil yang kita peroleh, atau mungkin kita melakukan suatu kesalahan dimana itu berdampak pada masa depan kita. Menyesal dan galau mungkin itu adalah kegiatan yang mudah dan paling sering dilakukan ketika kita menghadapi masalah tersebut. Namun apakah dengan meratapi dan menyalahkan diri (yang mudah dijadikan kambing hitam) itu dapat menambah kebahagiaan atau bahkan dapat memperbaiki keadaaan ? Mamang wajar menangis, wajar berbuat salah, wajar menyesal karena itu pertanda bahwa kita dapat masalah (looh koq), memang benar…  masalah itu mempertandakan bahwa kita sedang hidup. Namun apakah yang sebaiknya dilakukan agar tidak tenggelam dalam kesedihan, atau bahkan kita lari dari akibat yang sudah kita perbuat. Berikut adalah kiat sederhana yang saya sendiri alami ketika sifat asli sebagai manusia muncul (sifat salah dan lupa). Read the rest of this entry »

Leave a comment »