Posts tagged renungan

Doa yang Tertunda

Alhamdulillah ala kulli hal… alhamdulillah ku ucapkan kepada Mu Ya Allah, semoga sekarang aku benar-benar sadar bahwa semua doa itu di kabulkan. Dan itu benar, aku berani bersumpah. Bahwa Allah mengabulkan segala macam permintaan, meski yang meminta itu adalah orang atau mahkluk yang paling durhaka kepada Nya. Iblis saja yang durhakanya tidak perlu ditanyakan lagi, Ia meminta kepada Allah ingin dipanjangkan umurnya sampai hari akhir dan meminta izin kepada Allah untuk menggoda manusia untuk menjadikan temannya di neraka kelak, dikabulkan. Bagaimana dengan kita? Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Kenapa harus aku..??

Kenapa harus akuUngkapan diatas pasti terucap dikala kita merasa tidak mampu dengan tugas, atau beban yang diberikan. Atau mungkin suatu sangkalan saat kita merasa tidak ada yang mau menolong, tidak ada orang yang peduli dengan kita, ingin diungkapan tapi nanti malah jadi beban buat orang lain. Tidak ingin menjadi beban buat orang lain, itu juga merupakan suatu beban.Ya benar..memudahkan orang lain itu beban buat kita, apabila kita sendiri tidak sanggup untuk menjalaninya dengan mudah. Mudah itu juga beban, apabila mudah itu diketahui setelah kita merasa susah. Terus kenapa ini semua harus di emban? Apa gunanya ?  kenapa beban ini terasa berat ? aku sudah tak sanggup lagi untuk menahannya ? meletakannya ? tidak mungkin, karena itu nanti juga jadi beban, terus bagaimana agar kita lepas dari semua beban ? Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Keraguan dan Keyakinan Sepihak

Banyak kalangan yang beranggapan bahwa apa yang diyakini belum tentu benar. Bahkan ada sebagian orang menganggap bahwa ndak perlu keyakinan untuk membenarkan, Dari yakin banyak orang percaya bahwa fakta itu benar-benar diyakini. Itulah namanya keyakinan atas klaim. Orang mengkalim bahwa suatu fakta yang dia lihat dan dia amati itu benar. Namun saat apa yang diyakini itu salah, maka keraguan yang muncul. Inilah kenapa keyakinan dan keraguan dikatakan tidak terbatas oleh penggalang, meski antonim adalah padanaanya. keyakinan dan keraguan itu berdampingan.

Orang yakin akan suatu kebenaran,namun ketika kebenaran menuntut ia untuk berbuat membenarkan, ia mengalami keraguan. Karena merasa bahwa benar itu sesuai dengan hati, hal yang membuatnya nyaman dan mudah itu lah yang dianggap benar. Read the rest of this entry »

Leave a comment »